
BANDARLAMPUNG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis kondisi ketenagakerjaan Provinsi Lampung periode Februari 2026 dalam agenda Rilis Berita Resmi Statistik di Aula Raden Imba Kusuma, Selasa (5/5/2026).
Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution, menyampaikan, kondisi ketenagakerjaan Lampung menunjukkan tren kian membaik, dengan meningkat penyerapan tenaga kerja dan menurun tingkat pengangguran.
“Secara umum, terjadi penambahan jumlah penduduk bekerja serta penurunan pengangguran dibandingkan Februari tahun sebelumnya,” ujar Ahmad Riswan Nasution.
Sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026, total penduduk bekerja di Lampung meningkat sekitar 34,53 ribu orang. Kenaikan ini sejalan pertumbuhan angkatan kerja 0,59 persen, meski peningkatan kelompok bukan angkatan kerja lebih tinggi, yakni 3,10 persen.
Dari sisi komposisi, jumlah penduduk bekerja meningkat 0,71 persen, sementara jumlah pengangguran menurun 2,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
TPT Turun
BPS mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Lampung Februari 2026 di angka 3,95 persen, atau setara sekitar 202,32 ribu orang. Angka ini menurun dibandingkan Februari 2025, menjadi sinyal positif pasar kerja di daerah.
“Jika berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran perempuan turun dari 5,07 persen jadi 4,79 persen, menunjukkan kian meningkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja,” katanya.
Namun, dinamika berbeda pada wilayah tempat tinggal. Tingkat pengangguran di perdesaan turun dari 3,44 persen jadi 2,87 persen, sementara di perkotaan justru naik dari 5,21 persen menjadi 5,60 persen. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dianalisis lebih lanjut para pemangku kebijakan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 44,03 persen, lalu sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan.
Berdasarkan status pekerjaan, jumlah pekerja berstatus karyawan/pegawai meningkat signifikan. Selain itu, jumlah penduduk berusaha sendiri juga meningkat, sementara pekerja keluarga tak dibayar menurun.
Pekerja Formal Naik
Kabar baik lainnya, proporsi pekerja formal terus meningkat. Pada Februari 2026, total pekerja formal naik dari sekitar 1,43 juta orang menjadi 1,52 juta orang, sementara pekerja informal turun. Hal ini menyerminkan perbaikan kualitas lapangan kerja di Lampung.
Dari sisi pendidikan, sekitar 8,90 persen penduduk bekerja ialah lulusan pendidikan tinggi. Namun, lulusan SD ke bawah masih mendominasi dengan porsi 36,46 persen, yang menjadi tantangan tersendiri meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, jika melihat dari jam kerja, proporsi pekerja penuh (≥35 jam per minggu) meningkat signifikan. Sebaliknya, kategori setengah pengangguran menurun, sedangkan pekerja paruh waktu sedikit meningkat.
“Perbaikan struktur ketenagakerjaan ini terus berlanjut melalui sinergi berbagai pihak, baik pemerintah maupun dunia usaha, dalam menyiptakan lapangan kerja lebih luas dan berkualitas,” harapnya.
Rilis ini juga menegaskan, kondisi ketenagakerjaan Lampung awal 2026 menunjukkan arah kian positif, seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga. (kmf)